
Hari Anak Nasional
Di sebuah desa kecil yang bernama Sukacita, tinggallah seorang anak perempuan yang bernama Mira. Mira adalah anak yang sangat baik hati dan suka menolong. Ia memiliki rambut hitam panjang dan senyum yang cerah seperti mentari pagi.
Suatu hari, gurunya di TK Pelangi memberitahu bahwa besok adalah Hari Anak Nasional.
"Anak-anak, besok adalah hari yang istimewa untuk kalian semua! Hari Anak Nasional adalah hari untuk merayakan keberadaan anak-anak Indonesia yang berharga,"
kata Bu Ani dengan gembira.
Mira pulang ke rumah dengan wajah berseri-seri.
"Ibu, besok adalah Hari Anak Nasional!"
serunya sambil memeluk ibunya.
"Betul, sayang. Besok adalah hari spesial untukmu dan semua anak-anak,"
jawab ibu sambil mengelus kepala Mira.
Malam itu, Mira tidak bisa tidur karena terlalu bersemangat. Ia membayangkan apa yang akan terjadi besok di sekolah. Mungkinkah akan ada pesta? Atau kue-kue lezat? Atau bahkan hadiah?
Keesokan paginya, Mira bangun lebih awal dari biasanya. Ia mandi, menggosok gigi, dan memakai baju terbaiknya — gaun kuning cerah dengan pita merah, warna kesukaannya. Ibu sudah menyiapkan sarapan spesial: pancake berbentuk wajah tersenyum dengan potongan buah-buahan segar.
"Terima kasih, Bu! Ini sarapan terlezat!"
ucap Mira dengan mata berbinar.

Sesampainya di TK Pelangi, Mira terkejut. Sekolahnya telah dihias dengan balon warna-warni dan pita kertas yang indah. Di halaman sekolah, anak-anak berkumpul dengan pakaian terbaik mereka. Ada yang memakai baju adat, ada yang mengenakan kostum profesi seperti dokter dan pilot.
"Selamat Hari Anak Nasional, Mira!"
sapa Bu Ani.
"Hari ini kita akan bersenang-senang dan belajar tentang hak-hak anak."
Bu Ani mengumpulkan semua anak di aula sekolah.
"Anak-anak, kalian tahu tidak mengapa kita merayakan Hari Anak Nasional?"
tanyanya.
Beberapa anak mengangkat tangan, tetapi Mira hanya mendengarkan dengan penuh perhatian.
"Hari Anak Nasional dirayakan untuk mengingatkan semua orang bahwa anak-anak memiliki hak untuk bermain, belajar, mendapatkan kasih sayang, dan hidup dengan bahagia,"
jelas Bu Ani.
"Seperti bermain di taman?"
tanya Dino, teman Mira.
"Betul sekali! Dan juga hak untuk sekolah, punya makanan bergizi, dan tempat tinggal yang aman,"
tambah Bu Ani.

Kemudian, Bu Ani mengajak anak-anak bermain permainan tradisional Indonesia seperti gobak sodor, lompat tali, dan ular naga. Mira dan teman-temannya tertawa riang sambil berlarian di halaman sekolah. Mereka juga melukis impian mereka pada selembar kertas besar.
"Aku ingin menjadi dokter hewan,"
kata Mira sambil menggambar kucing dan anjing yang sedang tersenyum.
Saat waktu makan siang tiba, semua orang tua datang dengan makanan untuk pesta bersama. Ibu Mira membawa nasi kuning berbentuk tumpeng kecil yang dihias dengan sayuran warna-warni. Ayah Dino membawa kue-kue tradisional yang lezat. Mereka semua duduk bersama di tikar besar yang digelar di halaman sekolah.
Tiba-tiba, Pak Kepala Desa datang dengan sebuah kejutan.
"Anak-anak, kami punya hadiah untuk kalian!"
serunya. Beberapa petugas desa membawa kotak besar berisi buku cerita baru untuk perpustakaan sekolah.
Mira dan teman-temannya bersorak kegirangan. Mereka segera mengerumuni kotak tersebut untuk melihat buku-buku cerita yang berwarna-warni.
Di akhir acara, Bu Ani memberikan setiap anak balon dan sebungkus permen.
"Ingatlah, anak-anak. Kalian adalah masa depan Indonesia. Tumbuh dengan baik, belajar dengan giat, dan selalu berbuat baik,"
pesan Bu Ani.
Dalam perjalanan pulang, Mira bergandengan tangan dengan ibunya.
"Ibu, hari ini adalah hari terbaik dalam hidupku!"
katanya.
Ibu tersenyum.
"Mira, setiap hari seharusnya menjadi Hari Anak. Kamu layak mendapatkan kasih sayang dan kebahagiaan setiap hari."
Malam itu, Mira tidur dengan senyuman di wajahnya. Ia bermimpi indah tentang dunia yang penuh dengan anak-anak bahagia yang bermain di bawah langit biru cerah.
Pesan Moral
Cerita ini mengajarkan kepada anak-anak tentang pentingnya Hari Anak Nasional sebagai pengingat akan hak-hak anak. Setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang, pendidikan, makanan yang bergizi, dan tempat tinggal yang aman. Anak-anak adalah masa depan bangsa yang harus dijaga dan dilindungi. Kebahagiaan dan perkembangan anak adalah tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
Cerita Lainnya

Hari Raya Idul Fitri
Cerita tentang Amir yang berusia lima tahun mengenal makna Idul Fitri melalui penjelasan sederhana dari keluarganya dan pengalaman merayakan hari raya yang istimewa ini.

hari kemerdekaan indonesia
Kisah seorang kakek yang menjelaskan makna Hari Kemerdekaan Indonesia kepada cucunya melalui dialog penuh kehangatan, mengajarkan nilai patriotisme dan sejarah dengan cara yang sederhana.

Hari Kartini
Kisah tentang Melati, gadis kecil yang belajar tentang perjuangan R.A. Kartini dan terinspirasi untuk bermimpi besar serta menghargai pendidikan yang ia dapatkan.

Hari Pahlawan
Kisah tentang Bima yang menemukan medali perang kakeknya dan belajar tentang makna Hari Pahlawan serta bagaimana menjadi pahlawan kecil dalam kehidupan sehari-hari.