Hari Guru Nasional

Hari Guru Nasional

5 menit
4-6 Tahun
Audio tersedia
Audio Cerita: Hari Guru Nasional
0:000:00

Pagi itu, Adit bangun dengan senyum lebar di wajahnya. Hari ini adalah Hari Guru Nasional.
Bu Guru Lina, guru kesayangannya, selalu baik dan sabar mengajarinya banyak hal. Adit ingin memberikan sesuatu yang istimewa untuk Bu Guru Lina.

"Ibu, besok Hari Guru Nasional. Aku ingin memberi hadiah untuk Bu Guru Lina," kata Adit kepada ibunya saat sarapan.

Ibu tersenyum lembut.
"Itu ide yang sangat baik, Adit. Apa yang ingin kamu berikan kepada Bu Guru Lina?"

Adit berpikir sejenak.
"Hmm, aku tidak tahu. Apa yang Bu Guru suka ya, Bu?"

"Bagaimana kalau kamu membuat kartu ucapan? Kamu bisa menggambar dan menulis pesan terima kasih di dalamnya," usul Ibu.

Mata Adit berbinar-binar.
"Iya, aku mau membuat kartu yang besar dan berwarna-warni! Bu Guru Lina pasti suka!"

Hari Guru Nasional

Setelah sarapan, Adit dan Ibu menyiapkan kertas karton, krayon, dan hiasan-hiasan kecil.
Adit menggambar dengan hati-hati. Dia menggambar Bu Guru Lina yang sedang mengajar di depan kelas. Di sekelilingnya, ada banyak bunga berwarna-warni.

"Ibu, tolong bantu aku menulis 'Selamat Hari Guru Nasional' di sini," pinta Adit sambil menunjuk bagian atas kartu.

Ibu membantu Adit menulis dengan huruf yang besar dan berwarna-warni.
Lalu Adit menambahkan,
"Dan di sini, aku mau menulis 'Terima kasih, Bu Guru Lina, sudah mengajariku banyak hal.'"

"Itu pesan yang sangat bagus, Adit," puji Ibu.
Adit menambahkan stiker bintang dan hati di sekitar tulisan.


Keesokan harinya, Adit membawa kartu buatannya ke sekolah dengan hati-hati.
Di dalam tasnya, Ibu juga memasukkan sekuntum bunga melati yang harum.

Di sekolah, semua anak berkumpul di aula. Kepala Sekolah berdiri di depan dan berkata,
"Anak-anak, hari ini adalah Hari Guru Nasional. Mari kita berterima kasih kepada guru-guru kita yang telah bekerja keras mengajar dan membimbing kita."

Hari Guru Nasional

Semua anak bertepuk tangan. Satu per satu, mereka maju ke depan untuk memberikan hadiah kecil kepada guru-guru mereka.

Saat giliran Adit tiba, jantungnya berdebar kencang. Dia maju perlahan ke depan dan berdiri di hadapan Bu Guru Lina.

"Selamat Hari Guru Nasional, Bu Guru," ucap Adit sambil menyerahkan kartu buatannya dan sekuntum bunga melati.

Bu Guru Lina tersenyum hangat dan menerima hadiah Adit.
"Terima kasih, Adit. Wah, kartu ini sangat indah! Kamu membuatnya sendiri?"

Adit mengangguk malu-malu.
"Iya, Bu. Aku dibantu Ibu sedikit."

Bu Guru Lina membuka kartu itu dan membaca pesan di dalamnya. Matanya berkaca-kaca.
"Ini adalah hadiah terindah yang pernah Ibu terima, Adit. Terima kasih banyak."

Bu Guru Lina memeluk Adit dengan penuh sayang. Adit merasa sangat bahagia.


Setelah semua anak memberikan hadiah mereka, Bu Guru Lina berdiri di depan kelas dan berkata,

"Anak-anak, menjadi guru adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan. Ibu sangat senang bisa mengajar kalian setiap hari. Terima kasih atas semua hadiah dan ucapan kalian. Tapi tahukah kalian, hadiah terbaik untuk Ibu adalah melihat kalian belajar dengan giat dan menjadi anak-anak yang baik dan pintar."

"Kami berjanji akan belajar dengan giat, Bu!" seru anak-anak bersama-sama.

Hari itu, sekolah mengadakan acara kecil untuk merayakan Hari Guru Nasional.
Mereka bernyanyi bersama, menari, dan berbagi cerita tentang guru-guru favorit mereka.


Pulang sekolah, Adit bercerita dengan bersemangat kepada Ibu dan Ayahnya tentang acara di sekolah.

"Bu Guru Lina sangat senang dengan kartu buatanku! Dia bilang itu hadiah terindah!" cerita Adit dengan bangga.

Ibu mengelus kepala Adit.
"Itu karena kamu membuatnya dengan sepenuh hati, Adit."

"Iya, Adit. Guru-guru bekerja sangat keras untuk mengajar kita. Mereka pantas mendapatkan penghargaan," tambah Ayah.

Malam itu, sebelum tidur, Adit berdoa untuk Bu Guru Lina.
"Semoga Bu Guru Lina selalu sehat dan bahagia. Terima kasih, Tuhan, telah memberikan guru yang baik seperti Bu Guru Lina."


Pesan Moral

Cerita ini mengajarkan anak-anak tentang pentingnya menghargai jasa para guru. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mendidik dan membimbing anak-anak menjadi pribadi yang baik dan pintar. Hari Guru Nasional menjadi momen untuk mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan kepada guru-guru kita. Hadiah terbaik untuk guru bukanlah barang yang mahal, tetapi apresiasi tulus dan komitmen untuk belajar dengan giat yang ditunjukkan oleh murid-muridnya.