
Putri Salju
Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang putri cantik bernama Putri Salju.
Kulitnya seputih salju, bibirnya semerah darah, dan rambutnya sehitam kayu eboni.
Putri yang baik hati ini selalu tersenyum dan suka membantu orang lain di istana.
Putri Salju tinggal di istana bersama ayahnya, sang Raja, dan ibu tirinya yang jahat.
Sayangnya, Raja jatuh sakit dan meninggal, meninggalkan Putri Salju bersama ibu tirinya yang iri akan kecantikannya.
Ibu tiri Putri Salju memiliki cermin ajaib yang bisa berbicara.
Setiap hari, dia bertanya kepada cermin:
"Cermin, cerminku, siapakah wanita tercantik di negeri ini?"
Cermin selalu menjawab:

"Andalah yang tercantik, Ratu."
Jawaban ini selalu membuat Ratu tersenyum bahagia.
Namun suatu hari, cermin menjawab:
"Putri Salju adalah yang tercantik di negeri ini."
Ratu sangat marah mendengar jawaban ini.
Wajahnya memerah dan matanya menyala-nyala karena cemburu.
Ratu memanggil pemburu istana dan memerintahkan:
"Bawa Putri Salju ke hutan dan tinggalkan dia di sana! Aku tidak ingin melihatnya lagi!"
Pemburu membawa Putri Salju ke hutan, tetapi dia tidak tega melaksanakan perintah Ratu.
"Larilah, Putri. Pergilah jauh ke dalam hutan dan jangan kembali ke istana,"
kata pemburu dengan suara lembut.
Putri Salju berlari dan berlari melalui hutan yang gelap.
Dia sangat ketakutan mendengar suara-suara aneh di dalam hutan.
Akhirnya, setelah berjalan seharian, dia menemukan sebuah rumah kecil yang lucu.
"Permisi, apakah ada orang di rumah?" panggil Putri Salju.
Tidak ada jawaban. Putri Salju masuk ke dalam rumah dan melihat tujuh kursi kecil, tujuh piring kecil, dan tujuh tempat tidur kecil.
Putri Salju sangat lelah. Dia membersihkan rumah yang berantakan itu, lalu tertidur di salah satu tempat tidur.
Malam hari, pemilik rumah kembali. Mereka adalah tujuh kurcaci yang bekerja di tambang emas di gunung.
Mereka sangat terkejut menemukan rumah mereka bersih dan rapi, dan seorang putri cantik tertidur di salah satu tempat tidur.

Ketika Putri Salju bangun, dia menceritakan kisahnya kepada para kurcaci.
Mereka merasa kasihan dan berkata:
"Kamu boleh tinggal bersama kami, Putri. Tapi hati-hatilah, Ratu jahat mungkin akan mencarimu."
Putri Salju tinggal bersama kurcaci dan membantu mereka mengurus rumah.
Dia memasak makanan lezat dan membuat rumah selalu bersih dan nyaman.
Kurcaci sangat senang memiliki Putri Salju bersama mereka.
Sementara itu di istana, Ratu kembali bertanya pada cermin ajaibnya.
Cermin memberitahu bahwa Putri Salju masih hidup dan tinggal bersama tujuh kurcaci di hutan.
Ratu sangat marah dan memutuskan untuk mencari Putri Salju sendiri.
Ratu menyamar menjadi nenek tua penjual buah.
Dia membawa keranjang berisi apel-apel segar. Salah satu apel telah diberi racun tidur yang kuat.
Ratu pergi ke rumah kurcaci dan menemukan Putri Salju sendirian.
"Apel segar! Apel merah yang manis!" panggil Ratu yang menyamar.
Putri Salju, yang tidak mengenali Ratu, menyambut nenek itu dengan ramah.
"Ini apel paling manis di kebunku," kata Ratu, menawarkan apel beracun.
"Cobalah, anak manis."
Putri Salju menggigit apel itu dan langsung jatuh tertidur.
Ratu tertawa jahat dan pergi, yakin bahwa Putri Salju tidak akan bangun lagi.

Ketika kurcaci pulang, mereka sangat sedih menemukan Putri Salju terbaring tidak bergerak.
Mereka menangis dan menangis, lalu meletakkan Putri Salju di peti kaca yang indah karena dia terlalu cantik untuk dikubur.
Suatu hari, seorang Pangeran tampan dari kerajaan tetangga melewati hutan dan melihat Putri Salju dalam peti kaca.
Dia sangat terpesona oleh kecantikan Putri Salju dan jatuh cinta pada pandangan pertama.
Pangeran meminta izin untuk membawa Putri Salju ke istananya.
Saat peti diangkat oleh pengawal Pangeran, mereka tersandung akar pohon.
Guncangan itu menyebabkan potongan apel beracun terlepas dari mulut Putri Salju.
Ajaib! Putri Salju terbangun!
Pangeran sangat bahagia. Dia berlutut dan meminta Putri Salju menjadi istrinya.
Putri Salju menerima lamarannya dengan senyum bahagia.
Mereka kembali ke istana Pangeran dan menikah dalam pesta yang megah.
Tujuh kurcaci diundang dan duduk di tempat kehormatan.
Ratu jahat akhirnya dihukum atas perbuatannya.
Dia tidak pernah mengganggu Putri Salju lagi.
Putri Salju dan Pangeran hidup bahagia selamanya.
Pesan Moral
Dongeng Putri Salju mengajarkan kita bahwa:
- Kebaikan hati lebih berharga daripada kecantikan luar.
- Teman yang baik akan selalu membantu kita saat kita membutuhkan.
- Kita harus berhati-hati terhadap orang asing dan hadiah yang mencurigakan.
- Kebenaran dan kebaikan akan selalu menang pada akhirnya.
Cerita Lainnya

Cinderella
Kisah seorang gadis baik hati bernama Cinderella yang diperlakukan buruk oleh ibu tiri dan saudara tirinya, namun berkat bantuan Ibu Peri, dia bertemu dengan Pangeran dan akhirnya hidup bahagia.

Si Kerudung Merah
Kisah seorang gadis kecil dengan kerudung merah yang pergi mengunjungi neneknya di hutan, bertemu dengan serigala jahat, dan akhirnya diselamatkan oleh seorang pemburu pemberani.

Pinokio
Kisah tentang boneka kayu bernama Pinokio yang hidup dan ingin menjadi anak sungguhan, mengalami berbagai petualangan dan akhirnya memahami nilai kejujuran, keberanian, dan kasih sayang.

Putri Tidur
Kisah seorang putri cantik yang dikutuk oleh peri jahat untuk tertidur selama 100 tahun, hingga akhirnya dibangunkan oleh ciuman cinta sejati dari seorang pangeran pemberani.