Si Kerudung Merah

Si Kerudung Merah

7 menit
4-6 Tahun
Audio tersedia
Audio Cerita: Si Kerudung Merah
0:000:00

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang gadis kecil yang manis dan baik hati.
Dia sangat suka memakai kerudung merah pemberian neneknya.
Karena selalu memakai kerudung merah, semua orang memanggilnya Si Kerudung Merah.


Suatu hari, ibu Si Kerudung Merah memanggilnya.

"Nenek sedang sakit. Tolong antarkan keranjang berisi kue dan jus buah ini ke rumahnya di hutan," pinta ibunya.

"Baik, Bu," jawab Si Kerudung Merah dengan gembira. Dia sangat sayang pada neneknya.

"Ingat, jangan menyimpang dari jalan setapak dan jangan berbicara dengan orang asing," pesan ibunya.

Si Kerudung Merah

"Aku janji, Bu," kata Si Kerudung Merah sambil mengambil keranjang.


Si Kerudung Merah berjalan melalui hutan.
Matahari bersinar cerah dan burung-burung berkicau.
Dia bernyanyi riang sambil melihat bunga-bunga cantik di sepanjang jalan.

Tiba-tiba, seekor serigala besar muncul dari balik pohon.

"Selamat pagi, gadis kecil," sapa serigala dengan suara manis.
"Mau ke mana kamu dengan keranjang itu?"

Si Kerudung Merah lupa pesan ibunya untuk tidak berbicara dengan orang asing.

"Aku mau ke rumah Nenek. Beliau sedang sakit dan aku membawakan kue dan jus buah untuknya," jawabnya.

"Dimana rumah nenekmu?" tanya serigala.

"Di dalam hutan, di bawah tiga pohon ek besar," jawab Si Kerudung Merah polos.

"Mengapa kamu tidak memetik bunga untuk nenekmu? Lihat, bunga-bunga di sana sangat indah," usul serigala.

"Ide bagus!" seru Si Kerudung Merah. Dia pun meninggalkan jalan setapak dan mulai memetik bunga.


Sementara Si Kerudung Merah sibuk memetik bunga, serigala berlari cepat ke rumah nenek.
Dia mengetuk pintu.

"Siapa itu?" tanya nenek dari dalam rumah.
"Ini aku, Si Kerudung Merah," jawab serigala, menirukan suara Si Kerudung Merah.

Nenek yang sedang sakit membuka pintu.
Serigala langsung melompat masuk!
Nenek yang ketakutan bersembunyi di dalam lemari.

Si Kerudung Merah

Serigala lalu memakai topi tidur dan kacamata nenek, kemudian berbaring di tempat tidur, menunggu Si Kerudung Merah.


Tak lama kemudian, Si Kerudung Merah tiba di rumah nenek.
Dia mengetuk pintu.

"Masuk, sayang," jawab serigala dengan suara yang dibuat-buat seperti suara nenek.

Si Kerudung Merah masuk dan terkejut melihat neneknya terlihat sangat berbeda.

"Nenek, mengapa telingamu begitu besar?"
"Supaya aku bisa mendengarmu lebih baik, sayang."

"Nenek, mengapa matamu begitu besar?"
"Supaya aku bisa melihatmu lebih baik, sayang."

"Nenek, mengapa gigimu begitu tajam?"
"Supaya aku bisa memakanmu!" teriak serigala, melepaskan penyamarannya.


Si Kerudung Merah berteriak ketakutan.
Untunglah, seorang pemburu yang sedang lewat mendengar teriakannya.
Pemburu itu segera berlari masuk ke rumah.

Melihat pemburu, serigala melompat dari tempat tidur dan mencoba melarikan diri.
Tetapi pemburu lebih cepat. Dia menangkap serigala dan mengusirnya jauh ke dalam hutan.
Serigala itu lari ketakutan dan tidak pernah kembali.

Nenek keluar dari lemari, aman dan selamat.
Si Kerudung Merah memeluk neneknya dengan penuh kebahagiaan.

"Maafkan aku, Nenek. Aku tidak menuruti pesan ibu untuk tidak berbicara dengan orang asing," kata Si Kerudung Merah dengan menyesal.

"Tidak apa-apa, sayang. Yang penting kamu sudah belajar dari kesalahanmu," kata Nenek dengan lembut.

Pemburu, Nenek, dan Si Kerudung Merah kemudian menikmati kue dan jus buah bersama-sama.
Sejak saat itu, Si Kerudung Merah selalu mengingat untuk tidak pernah berbicara dengan orang asing dan selalu mematuhi pesan ibunya.


Pesan Moral

Dongeng Si Kerudung Merah mengajarkan kita bahwa:

  1. Selalu patuhi nasihat orang tua karena mereka ingin melindungi kita.
  2. Jangan berbicara dengan orang asing karena bisa berbahaya.
  3. Jangan mudah percaya pada orang yang baru dikenal.
  4. Tetap di jalan yang benar dan jangan tergoda untuk menyimpang.