
Semut dan Belalang
Pada suatu hari yang cerah, Si Semut Kecil sedang bekerja keras. Dia mengumpulkan makanan untuk persediaan musim hujan.
"Aku harus mengumpulkan banyak makanan," kata Si Semut.
"Musim hujan akan segera tiba."
Si Semut membawa biji-bijian satu per satu ke rumahnya. Dia bekerja dari pagi hingga sore. Walaupun lelah, Si Semut tetap semangat.
Di dekat situ, ada Si Belalang yang sedang bermain dan bernyanyi. Dia melompat-lompat dan bersenang-senang sepanjang hari.
"Hai, Semut! Mengapa kamu bekerja terus? Ayo bermain bersamaku!" ajak Si Belalang.
"Tidak bisa, Belalang. Aku harus mengumpulkan makanan untuk musim hujan," jawab Si Semut.
"Musim hujan masih lama. Masih banyak waktu untuk bermain!" kata Si Belalang sambil melompat gembira.
"Lebih baik siap sekarang daripada menyesal nanti," jawab Si Semut bijak.

Tetapi Si Belalang tidak mendengarkan. Dia terus bermain, bernyanyi, dan melompat-lompat setiap hari.
Waktu berlalu. Langit mulai gelap. Awan hitam menutupi matahari. Tetes-tetes air hujan mulai jatuh.
"Oh tidak! Musim hujan sudah datang!" seru Si Belalang kaget.
Hujan turun semakin deras. Si Belalang kedinginan dan kelaparan. Dia tidak punya makanan dan tempat berlindung.
"Apa yang harus kulakukan sekarang?" Si Belalang sedih dan takut.
Tiba-tiba, Si Belalang teringat Si Semut. Dengan gemetar, dia pergi ke rumah Si Semut dan mengetuk pintu.
"Tok, tok, tok."
"Siapa di sana?" tanya Si Semut.
"Ini aku, Belalang. Aku kedinginan dan kelaparan. Bolehkah aku masuk?" pinta Si Belalang.

Si Semut membuka pintu. Rumahnya hangat dan penuh dengan makanan.
"Masuklah, Belalang. Kamu bisa berlindung di sini," kata Si Semut dengan ramah.
"Terima kasih, Semut. Kamu sangat baik," kata Si Belalang malu.
"Aku seharusnya mendengarkan nasihatmu dan bersiap untuk musim hujan."
"Tidak apa-apa, Belalang. Kita semua belajar dari pengalaman," jawab Si Semut bijak.
"Lain kali, kamu bisa bekerja dan bermain dengan seimbang."
"Aku janji akan lebih rajin dan bertanggung jawab mulai sekarang," jawab Si Belalang.
Mereka pun makan bersama dan menjadi teman baik.
Si Belalang belajar bahwa bekerja keras dan bersiap untuk masa depan itu penting.
Pesan Moral
Cerita ini mengajarkan bahwa:
- Penting untuk mempersiapkan diri menghadapi masa sulit.
- Bekerja keras sekarang akan memberi manfaat di kemudian hari.
- Bermain itu menyenangkan, tapi harus seimbang dengan tanggung jawab.
- Menolong teman yang kesulitan adalah perbuatan baik.
Cerita Lainnya

Si Kancil dan Petani
Kisah Si Kancil yang jujur dan cerdik yang berteman dengan Pak Tani, membantu menjaga kebun, dan menggunakan kecerdikannya untuk mengusir harimau, mengajarkan nilai kejujuran dan persahabatan.

Si Kancil dan Buaya
Kisah sederhana tentang Si Kancil kecil yang pintar yang ingin menyeberang sungai dan meminta bantuan buaya-buaya untuk membuat jembatan, mengajarkan tentang berpikir cerdas dan berterima kasih.

Singa dan Tikus
Kisah persahabatan antara Singa yang kuat dan Tikus yang kecil, yang menunjukkan bahwa kebaikan hati akan dibalas dan bahwa siapapun bisa saling membantu terlepas dari ukurannya.

Monyet Kecil Pergi Tidur
Dongeng pengantar tidur tentang Monyet Kecil yang belajar rutinitas malam hari, dari mandi, sikat gigi, sampai mendengarkan cerita sebelum tidur bersama Ibu Monyet.