
Anjing Kecil Mencari Tulang
Di sebuah rumah yang nyaman, hidup seekor Anjing Kecil.
Bulunya berwarna cokelat dan lembut. Matanya bulat dan besar.
"Selamat pagi, Anjing Kecil," sapa Ibu Anjing.
"Selamat pagi, Ibu," jawab Anjing Kecil sambil mengibaskan ekornya.
"Hari ini kamu akan belajar mencari tulang," kata Ibu Anjing.
"Mencari tulang? Asyik!" Anjing Kecil melompat-lompat gembira.
Ibu Anjing mengeluarkan tulang dari keranjang makanan. Tulang itu berwarna putih dan harum.
"Lihat baik-baik, Anjing Kecil," kata Ibu Anjing.

Ibu Anjing mengendus tulang itu dengan hidungnya.
"Sniff, sniff, sniff."
"Hidung kita sangat peka. Kita bisa mencium bau tulang dari jauh," jelas Ibu Anjing.
Anjing Kecil juga mengendus tulang itu.
"Hmm, baunya enak, Bu!"
"Sekarang, Ibu akan menyembunyikan tulang ini. Kamu harus mencarinya," kata Ibu Anjing.
Anjing Kecil menutup matanya dengan cakarnya. Dia tidak mengintip.
Ibu Anjing pergi ke halaman belakang. Dia menyembunyikan tulang di balik semak-semak.
"Sudah boleh kubuka mataku, Bu?" tanya Anjing Kecil.
"Ya, sekarang cari tulang itu," jawab Ibu Anjing.
Anjing Kecil mulai mencari. Dia mengendus-endus lantai.
"Sniff, sniff."
Anjing Kecil berjalan ke dapur.

"Tidak ada di sini," katanya.
Anjing Kecil mencari di ruang tamu.
"Tidak ada juga."
Tiba-tiba, angin bertiup dari jendela. Anjing Kecil mencium bau tulang dari luar.
"Aha! Tulangnya di luar," seru Anjing Kecil.
Anjing Kecil berlari ke halaman belakang. Dia mengendus-endus rumput.
"Sniff, sniff, sniff. Baunya semakin kuat!"
Anjing Kecil berjalan ke arah semak-semak. Hidungnya menuntun jalan.
"Ketemu!"
Anjing Kecil menemukan tulang di balik semak.
"Guk! Guk! Aku berhasil, Bu!"
Anjing Kecil berlari ke Ibu Anjing dengan tulang di mulutnya.
"Hebat, Anjing Kecil!" puji Ibu Anjing.
"Hidungku bekerja dengan baik, Bu!" kata Anjing Kecil dengan bangga.
"Ya, kamu anjing pintar," kata Ibu Anjing sambil mengelus kepala Anjing Kecil.
Anjing Kecil duduk di bawah pohon. Dia menggigit tulangnya dengan senang.
"Nyam, nyam, tulang yang lezat!"
Kucing Tetangga lewat dan melihat Anjing Kecil.
"Halo, Anjing Kecil. Kamu sedang apa?" tanya Kucing.
"Aku sedang menikmati tulang. Aku menemukannya sendiri dengan hidungku," jawab Anjing Kecil bangga.
"Wah, hebat! Aku bisa memanjat pohon, tapi aku tidak bisa mengendus sepertimu," kata Kucing.
Anjing Kecil tersenyum. Dia senang dengan kemampuan hidungnya.
Saat matahari terbenam, Anjing Kecil dan Ibu Anjing masuk ke dalam rumah.
"Hari ini menyenangkan sekali, Bu. Aku suka mencari tulang," kata Anjing Kecil.
"Besok kita akan belajar menggali lubang," janji Ibu Anjing.
Malam itu, Anjing Kecil tidur nyenyak di keranjangnya yang empuk.
Dia bermimpi mencari harta karun dengan hidungnya yang hebat.
Pesan Moral
Cerita ini mengajarkan:
- Setiap hewan memiliki kemampuan istimewa.
- Berlatih menggunakan indera dan kemampuan yang kita miliki.
- Kebanggaan atas pencapaian sendiri.
- Menghargai perbedaan kemampuan antara diri sendiri dan orang lain.
Cerita Lainnya

Si Kancil dan Petani
Kisah Si Kancil yang jujur dan cerdik yang berteman dengan Pak Tani, membantu menjaga kebun, dan menggunakan kecerdikannya untuk mengusir harimau, mengajarkan nilai kejujuran dan persahabatan.

Si Kancil dan Buaya
Kisah sederhana tentang Si Kancil kecil yang pintar yang ingin menyeberang sungai dan meminta bantuan buaya-buaya untuk membuat jembatan, mengajarkan tentang berpikir cerdas dan berterima kasih.

Semut dan Belalang
Kisah tentang Si Semut yang rajin mengumpulkan makanan untuk musim hujan dan Si Belalang yang hanya bermain-main, hingga akhirnya belajar tentang pentingnya kerja keras dan persiapan.

Singa dan Tikus
Kisah persahabatan antara Singa yang kuat dan Tikus yang kecil, yang menunjukkan bahwa kebaikan hati akan dibalas dan bahwa siapapun bisa saling membantu terlepas dari ukurannya.