
Ayam Kecil Mencari Makanan
Pagi yang cerah di pekarangan. Matahari bersinar hangat. Ayam Kecil baru bangun tidur.
"Kukuruyuk!" Ayam Jantan berkokok dengan keras.
"Selamat pagi, Ayam Kecil," sapa Ibu Ayam dengan lembut.
"Selamat pagi, Ibu," jawab Ayam Kecil sambil mengepakkan sayapnya yang kecil.
"Hari ini, kamu akan belajar mencari makanan sendiri," kata Ibu Ayam.
"Benarkah? Asyik!" Ayam Kecil melompat kegirangan.
Ibu Ayam dan Ayam Kecil keluar dari kandang. Mereka berjalan ke halaman yang luas.
"Lihat baik-baik, Ayam Kecil," kata Ibu Ayam.

Ibu Ayam menggaruk-garuk tanah dengan kakinya.
"Cek-cek-cek," suara kaki Ibu Ayam.
"Lihat! Ada biji-bijian dan cacing," kata Ibu Ayam.
Ibu Ayam mematuk makanan itu.
"Sekarang giliranmu," kata Ibu Ayam.
Ayam Kecil mencoba menggaruk tanah.
"Cek-cek," suara kakinya yang kecil.
"Ah! Aku menemukan sesuatu!" seru Ayam Kecil dengan gembira.
Ayam Kecil mematuk biji kecil yang dia temukan.
"Hmm, enak!" katanya.
"Bagus sekali!" puji Ibu Ayam.

Mereka terus mencari makanan. Ayam Kecil semakin mahir menggaruk tanah dan menemukan makanan.
Tiba-tiba, langit menjadi gelap. Awan hitam menutupi matahari.
"Oh tidak! Akan hujan," kata Ibu Ayam.
"Ayo kita kembali ke kandang."
Tetapi Ayam Kecil masih asyik mencari makanan. Dia tidak memperhatikan Ibu Ayam yang sudah berjalan menjauh.
Tetes-tetes air hujan mulai jatuh.
"Tik, tik, tik."
"Ibu? Di mana kamu?" Ayam Kecil melihat sekeliling. Dia sendirian dan ketakutan.
Hujan semakin deras. Ayam Kecil berlari ke bawah semak-semak untuk berlindung.
"Ibu! Ibu!" panggil Ayam Kecil.
Di kandang, Ibu Ayam menyadari Ayam Kecil tidak bersamanya.
"Ayam Kecil! Di mana kamu?" Ibu Ayam sangat khawatir.
Ibu Ayam berlari keluar kandang, tidak peduli hujan. Dia mencari ke mana-mana.
"Petok! Petok! Ayam Kecil, di mana kamu?" teriak Ibu Ayam.
Ayam Kecil mendengar suara Ibu.
"Ibu! Aku di sini!" jawabnya dari bawah semak.
Ibu Ayam menemukan Ayam Kecil.
"Oh, syukurlah kamu baik-baik saja," kata Ibu Ayam lega.
Mereka berlari bersama kembali ke kandang. Di dalam kandang hangat dan kering.
"Maafkan aku, Ibu. Aku terlalu asyik mencari makanan," kata Ayam Kecil.
"Tidak apa-apa, Ayam Kecil. Yang penting kamu selamat," jawab Ibu Ayam sambil memeluk Ayam Kecil dengan sayapnya.
"Lain kali, aku akan selalu memperhatikanmu, Ibu," janji Ayam Kecil.
Mereka duduk bersama, mendengarkan suara hujan di luar.
Ayam Kecil merasa aman dan bahagia bersama Ibu Ayam.
Pesan Moral
Cerita ini mengajarkan:
- Pentingnya belajar keterampilan dasar untuk kemandirian.
- Tetap dekat dengan orang tua dan tidak pergi sendirian.
- Selalu waspada terhadap perubahan di sekitar kita.
- Kasih sayang orang tua yang selalu menjaga kita.
Cerita Lainnya

Si Kancil dan Petani
Kisah Si Kancil yang jujur dan cerdik yang berteman dengan Pak Tani, membantu menjaga kebun, dan menggunakan kecerdikannya untuk mengusir harimau, mengajarkan nilai kejujuran dan persahabatan.

Si Kancil dan Buaya
Kisah sederhana tentang Si Kancil kecil yang pintar yang ingin menyeberang sungai dan meminta bantuan buaya-buaya untuk membuat jembatan, mengajarkan tentang berpikir cerdas dan berterima kasih.

Semut dan Belalang
Kisah tentang Si Semut yang rajin mengumpulkan makanan untuk musim hujan dan Si Belalang yang hanya bermain-main, hingga akhirnya belajar tentang pentingnya kerja keras dan persiapan.

Singa dan Tikus
Kisah persahabatan antara Singa yang kuat dan Tikus yang kecil, yang menunjukkan bahwa kebaikan hati akan dibalas dan bahwa siapapun bisa saling membantu terlepas dari ukurannya.