Kucing Kecil yang Takut Hujan

Kucing Kecil yang Takut Hujan

3 menit
0-3 Tahun
Audio tersedia
Audio Cerita: Kucing Kecil yang Takut Hujan
0:000:00

Di sebuah rumah kecil dekat taman, tinggal seekor Kucing Kecil berbulu hitam dengan bintik putih di hidungnya.
Namanya Si Hitam.

Si Hitam suka bermain di taman. Dia senang mengejar kupu-kupu dan berjemur di bawah sinar matahari.
Tetapi ada satu hal yang membuat Si Hitam sangat ketakutan: hujan.

Setiap kali langit menjadi gelap dan terdengar suara guntur, Si Hitam akan berlari masuk ke dalam rumah.
Dia akan bersembunyi di bawah tempat tidur dan gemetar ketakutan.

"Tidak suka hujan! Tidak suka hujan!" gumam Si Hitam.


A cute little black kitten with a white spot on its nose (Si Hitam) peeks out nervously from under a simple, cozy bed inside a room. Outside the window, show simple grey clouds and gentle, soft raindrops. Si Hitam looks scared but not overly terrified. Toddler fairy tale illustration style, soft rounded shapes, clear emotion. --ar 16:9

Suatu hari, Si Hitam sedang bermain di taman. Langit tiba-tiba menjadi gelap. Awan hitam berkumpul di atas.

"Oh tidak! Akan hujan!" kata Si Hitam panik.

Si Hitam melihat sekeliling. Dia sangat jauh dari rumah!
Dia harus cepat pulang sebelum hujan turun.

Si Hitam mulai berlari. Tapi terlambat! Tetes-tetes air hujan mulai jatuh.

"Tik, tik, tik."
Suara hujan semakin keras.

"Meong! Tolong!" Si Hitam mengeong ketakutan.

Si Hitam melihat sebuah kotak kardus terbalik di dekat pohon.
Dengan cepat, dia berlari ke sana dan bersembunyi di bawah kotak.

"Aman di sini," pikir Si Hitam.

Tapi kotak itu mulai basah. Air hujan merembes masuk.


Tiba-tiba, Si Hitam mendengar suara.

"Halo? Ada yang di dalam?"

Underneath a simple, slightly damp cardboard box in a rainy garden setting, the little black kitten

Seekor Tikus Kecil mengintip ke dalam kotak.

"Meong, siapa kamu?" tanya Si Hitam.
"Aku Tikus Kecil. Aku juga berteduh dari hujan," jawab Tikus Kecil.
"Kamu tidak suka hujan ya?"

"Ya, aku takut hujan," aku Si Hitam malu-malu.

"Kenapa takut? Hujan itu bagus. Hujan membuat tanaman tumbuh dan memberi kita air untuk minum," kata Tikus Kecil.

"Tapi hujan basah dan dingin. Dan guntur sangat keras!" kata Si Hitam.

"Hmm, aku mengerti. Tapi coba lihat," Tikus Kecil menunjuk keluar.
"Hujan membuat pelangi!"

Si Hitam mengintip keluar. Benar! Ada pelangi indah di langit.
Warnanya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

"Wah, cantik sekali!" kata Si Hitam takjub.

"Dan lihat, setelah hujan, semua terlihat lebih segar. Bunga-bunga lebih harum, rumput lebih hijau," tambah Tikus Kecil.

Si Hitam melihat sekeliling. Tikus Kecil benar. Taman terlihat lebih indah setelah hujan.

"Mungkin hujan tidak seburuk yang kukira," kata Si Hitam.


Hujan mulai reda. Si Hitam dan Tikus Kecil keluar dari kotak kardus.

"Terima kasih, Tikus Kecil. Kamu mengajariku untuk tidak terlalu takut pada hujan," kata Si Hitam.
"Sama-sama. Teman memang harus saling membantu," jawab Tikus Kecil.

Sejak hari itu, Si Hitam tidak terlalu takut pada hujan.
Ketika hujan turun, dia tidak lagi bersembunyi di bawah tempat tidur.
Dia duduk di jendela, menikmati pemandangan hujan dan menunggu pelangi muncul.

Dan kadang-kadang, dia bertemu Tikus Kecil di taman setelah hujan,
dan mereka bermain bersama di rumput yang segar.


Pesan Moral

Cerita ini mengajarkan:

  1. Kita bisa mengatasi ketakutan dengan bantuan teman.
  2. Terkadang hal yang kita takuti memiliki sisi baik yang tidak kita sadari.
  3. Persahabatan bisa terjadi antara siapa saja, bahkan yang biasanya dianggap musuh seperti kucing dan tikus.
  4. Berbagi pengetahuan dan pengalaman dapat membantu orang lain.